14 Maret 2009
MILAD IMM Ke-45
Hari ini, 14 Maret (45 Tahun yang lalu) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di deklarasikan. Deklarasi itu ditandai dengan penandatangan Piagam Enam Penegasan IMM oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu (yaitu KHA. Badawi) yang bertempat di Gedung Dinoto Yogyakarta. Enam Penegasan tersebut adalah:
45 Tahun bukan waktu yang sebentar. Jika dianalogikan kepada umur manusia, umur 45 Tahun adalah umur yang sudah dewasa dan cukup matang untuk mengarungi kehidupan ini. Begitu juga hendaknya dengan Ikatan (IMM) tercinta. Dalam usianya yang menjelang 1/2 abad ini, kader-kader IMM dituntut untuk lebih menunjukkan peran nyatanya.
Re-thinking Humanitas IMM
Berbicara tentang peran nyata IMM, artinya berbicara tentang peran nyata KADER. Karena IMM adalah Organisasi Kader dan Bukan Organisasi Massa. IMM bukan hanya simbol, Jaket, PIN ataupun Baju. IMM juga bukan hanya jenjang struktural (DPP, DPD, PC ataupun PK). Lebih dari itu, IMM adalah Kader. Artinya, jika kita berbicara tentang IMM, maka kita berbicara tentang kader. Begitu juga, jika ada kritikan terhadap IMM, haruslah dibaca sebagai kritikan bagi tiap-tiap kader IMM dimanapun ia berada.
Mandegnya pergerakan Mahasiswa saat ini, haruslah menjadi spirit bagi kader-kader IMM dimanapun berada untuk mengambil peran yang lebih besar dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Secara Ideologis, IMM telah mempunyai konsep yang jelas tentang hal ini. Sebagaimana yang terdapat dalam TRI KOMPETENSI DASAR kader-kader IMM, yaitu: Religiusitas, Intelektualitas dan Humanitas. Peran Sosial IMM tercakup dalam segi Humanitas.
Akhirnya, semoga dengan Milad ke-45 IMM ini, bisa menjadi Renungan Bagi tiap-tiap kader IMM dimanapun untuk lebih memahami dan mengaktualisasikan Peran Humanitas IMM...
Selamat Milad IMM ke-45
Untuk IMM: Jiwa dan Raga
- Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam
- Menegaskan bahwa Kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM
- Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah
- Menegaskan bahwa IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara
- Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah
- Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahi ta'ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat
45 Tahun bukan waktu yang sebentar. Jika dianalogikan kepada umur manusia, umur 45 Tahun adalah umur yang sudah dewasa dan cukup matang untuk mengarungi kehidupan ini. Begitu juga hendaknya dengan Ikatan (IMM) tercinta. Dalam usianya yang menjelang 1/2 abad ini, kader-kader IMM dituntut untuk lebih menunjukkan peran nyatanya.
Re-thinking Humanitas IMM
Berbicara tentang peran nyata IMM, artinya berbicara tentang peran nyata KADER. Karena IMM adalah Organisasi Kader dan Bukan Organisasi Massa. IMM bukan hanya simbol, Jaket, PIN ataupun Baju. IMM juga bukan hanya jenjang struktural (DPP, DPD, PC ataupun PK). Lebih dari itu, IMM adalah Kader. Artinya, jika kita berbicara tentang IMM, maka kita berbicara tentang kader. Begitu juga, jika ada kritikan terhadap IMM, haruslah dibaca sebagai kritikan bagi tiap-tiap kader IMM dimanapun ia berada.
Mandegnya pergerakan Mahasiswa saat ini, haruslah menjadi spirit bagi kader-kader IMM dimanapun berada untuk mengambil peran yang lebih besar dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Secara Ideologis, IMM telah mempunyai konsep yang jelas tentang hal ini. Sebagaimana yang terdapat dalam TRI KOMPETENSI DASAR kader-kader IMM, yaitu: Religiusitas, Intelektualitas dan Humanitas. Peran Sosial IMM tercakup dalam segi Humanitas.
Akhirnya, semoga dengan Milad ke-45 IMM ini, bisa menjadi Renungan Bagi tiap-tiap kader IMM dimanapun untuk lebih memahami dan mengaktualisasikan Peran Humanitas IMM...
Selamat Milad IMM ke-45
Untuk IMM: Jiwa dan Raga
Label: ReNunGan
13 Maret 2009
SeBuah CAtATaN
"tHe TiMe For AcTioN... KekeCewaaN HaRus MeNumbuhkan SemaNgaT..."
Kawan, Kegagalan dan Kekecewan akan selalu Kita temui dalam setiap perjalanan hidup ini...
Seringkali kita mengeluh ataupun mundur surut ketika kita bertemu dengan "makhluk" yang namanya kegagalan ataupun kekecewaan. Namun, tanpa kita sadari, sebenarnya dibalik kekecewaan tersebut ada sebuah kekuatan dahsyat yang terpendam.
Seseorang yang kecewa terhadap orang lain, pasti akan berusaha membalas kepada orang yang menyebabkan dia kecewa. Dan entah darimana datangnya, dia pasti memiliki sebuah "semangat" yang sering kita namakan dengan "Balas Dendam" ataupun "sakit Hati".
Nah, dalam kacamata inilah, bagaimana kita mencoba untuk memenej/mengatur agar semangat/spirit yang timbul dari sebuah kekecewaan yang kita rasakan dapat disalurkan/digunakan untuk hal lain yang lebih berguna dan bermanfaat.
"So, mari jalani hidup dan kehidupan ini dengan OPTIMIS dan tetap SEMANGAT"
Kawan, Kegagalan dan Kekecewan akan selalu Kita temui dalam setiap perjalanan hidup ini...
Seringkali kita mengeluh ataupun mundur surut ketika kita bertemu dengan "makhluk" yang namanya kegagalan ataupun kekecewaan. Namun, tanpa kita sadari, sebenarnya dibalik kekecewaan tersebut ada sebuah kekuatan dahsyat yang terpendam.
Seseorang yang kecewa terhadap orang lain, pasti akan berusaha membalas kepada orang yang menyebabkan dia kecewa. Dan entah darimana datangnya, dia pasti memiliki sebuah "semangat" yang sering kita namakan dengan "Balas Dendam" ataupun "sakit Hati".
Nah, dalam kacamata inilah, bagaimana kita mencoba untuk memenej/mengatur agar semangat/spirit yang timbul dari sebuah kekecewaan yang kita rasakan dapat disalurkan/digunakan untuk hal lain yang lebih berguna dan bermanfaat.
"So, mari jalani hidup dan kehidupan ini dengan OPTIMIS dan tetap SEMANGAT"
Label: CataTan KeciL
Berlangganan Postingan [Atom]
